Langsung ke konten utama

CANTIK ITU ANUGRAH ATAU MUSIBAH???




Hasil gambar untuk Kata Cantik




Yang banyak orang tahu pada umumnya tentang orang-orang tertentu yang memiliki kelebihan dengan Good Looking, adalah ..


ΓΌ  Hidupnya serba mudah dan dipermudah
ΓΌ  Banyak yang suka
ΓΌ  Banyak yang ngincer
ΓΌ  dan masih banyak lagi sebenernya mah… tapi yang jadi inti adalah yang disebutkan di atas tsb yang cukup bikin banyak orang ngiri.


Guys, yang sebenarnya kalian tau itu hanyalah permukaannya saja. Kalian kebanyakan melihat dari segi tampilan luar, just cover, sampulnya doang. Seperti beberapa kesalahpahaman kawan kita ini…




Gambar terkait




X                     :           “Kamu, sebetulnya ngga usah pusing-pusing mikirin soal  dapet kerja atau nggaak, karna kalau kamu buka CV aja, minggu ini pun pasti ada yang mau nikah sama kamu.”

Y         :           (Nggak semudah itu, kawan, kek tinggal balikkan telapak tangan. Apalagi ini urusannya tentang ‘Jodoh’ yang akan tinggal bersama kita seumur hidup tanpa batas waktu yang alasan sepelenya: Aku Bosan sama Dia. Lalu, The End.)



Nooopeeeee….





Kalian sudah pernah baca Novel Karya Eka Kurniawan yang berjudul Cantik Itu Luka??? Saya bertanya, bukan karna saya sudah membaca novel itu. Sebetulnya saya pun belum membaca novel itu, hanya sekilas dari Sinopsis di salah satu Blog yang membahasnya.


Well, dalam keterangan mungkin kebanyakan bahas soal ‘sex’ yang melihat kecantikan dan kemolehkan, lalu terpintaslah pertanyaan: Wahhhh, kalau bermalam dengannya aku akan berani membayar seluruh hidupku!!



#EH, ngga gitu, ya??? Oke Skipp.
Kalian bisa baca tapi beli dulu di toko buku terdekat, yaaa.



Saya hanya akan mengutip kalimat berikut:







Ia tahu kecantikan mereka suatu saat akan berakibat buruk bagi mereka sendiri. Sehingga ketika ia tahu kalau ia mengandung anak keempat, Ia berdoa supaya anak dalam kandungannya diberikan wajah yang sangat jelek. Ia membayangkan hidung seperti colokan listrik, telinga serupa panci, kulit hitam legam seperti arang sisa bakaran dan itulah yang terjadi ketika ia melahirkan putri keempatnya, dua belas hari sebelum ia meninggal. Anak terakhirnya itu diberi nama Cantik.







Bisa kalian sedikit membayangkan, tergambarkan, bahkan merasakan bahwa CANTIK itu ada dampak? Ada resiko? Dan yang ada bukan hanyalah sebuah ‘Kenikmatan’ semata. Di puja banyak orang. Di kagumi.




Saya pernah mendengar, kawan karib mengaku seperti ini.. Aku ingat sampai sekarang karna perkataannya itu menempati kesan penting.




“ Waktu aku jalan di pinggir jalan – sendirian – aku ngga pernah seresah, serisih ini sampai aku berjalan berdampingan dengan Si C. Biasanya aku yang jarang di lihat, di lirik, tiba-tiba dan seketika itu, banyak yang lirik. Senyum-senyum dengan maksud tertentu. ”





Kita memang lebih tepatnya, mensyukuri apa yang di titipkan Pemilik Semesta pada Ciptaan-Nya. Tapi, jika selalu di pandang seperti sudut pandang yang di sebutkan sedari awal. Kurasa, itu tidak adil. Bersimpatilah, merekapun melewati beberapa kejadian yang mungkin tidak kalian bayangkan dan tidak kalian alami, seperti:





Gambar terkait




1.  Perlakuan ‘Pelecahan’ di Usia Dini.



Kisah nyata ini di alami oleh (Nama disamarkan) sebut saja Si Putih. Jadi, pada waktu itu, Si Putih sedang ingin menikmati minuman bersoda rasa Caramel. Akhirnya, dia meminta pada Ibunya untuk membeli minuman soda, dan YES. Dia dapat, segera dia bergegas ke warung dekat rumah yang menurutnya di Warung itu tersedia alias Segala Ada. Lengkap. Dan dia pun sudah mengenal baik dengan Abang pemilik toko kelontongan itu, yang ramah dan sebagainya.


Anehnya, saat itu baru jam setengah Sembilan, biasanya ada anak muda – ramai – nangkring, duduk di besi jempatan sembari ngobrol dengan beberapa temannya. Tapi, malam itu suasanya lebih sunyi dari biasanya, ngga ada kendaraan yang lewat, motor yang biasanya masih bulak balik satu atau du amah, malam itu ngga ada yang lewat – satupun – benar benar kesunyian malam yang ganjil.


Dia sempat terfikirkan untuk: Apa aku balik lagi aja? Alias Pulang. Tapi, malam itu dia bener-bener kepengen banget minum soda, akhirnya dia positif thinking, dan jalan majuterus sampai ke tujuan, di sambutlah dengan pemilik toko yang ramah. Namun, jalanan masih tetep: SEPI.


Pemilik toko menyapa, mendekat, “ Mau beli apa,dek? ” basa-basi kosong. Temanku – Si Putih – hanya tersenyum, saat itu dia masih di bangku SMP. Dia memandang kaca di kulkas dingin ala Warung. “ Pengen Soda, Bang.. Nih, yang ini. ” Soda dia ambil. Dan mungkin, itu entah menjadi kesempatan atau apalah yang ada dalam pikiran si Abang Penjual.


“ Dek, Abang boleh cium, gak? ”

Si Putih, melirik ganjal. “ Hah? Maksudnya, Bang? ”

“ Cium pipi, aja. ”

“ Janganlah, Bang.. ” saat itu Si Putih masih mengira kalau ucapan si Abang hanya candaan belaka. Tidak serius, tapi tiba-tiba waktu seperti melambat, Nyosor, dan melewati batas, bukan hanya sebelah pipinya yang kena, tapi sudut bibirnya pun tersentuh.


Akhirnya, dia pulang menenteng minuman soda sambil menangis ‘sesegukan’. Sampai rumah, orang tua bingung, anaknya sewaktu pergi senyum-senyum aja, senang, tapi pulang, dia malah nangis, bahkan ketika di tanya pun, dia kesulitan menjelaskan. Meski pada akhirnya, dia berkata jujur, apa yang terjadi.


Malam itu juga, Ibu dan Bapaknya langsung mendatangi Abang pemilik toko, yang muncul lebih dulu adalah Si Ibu. “ Bang, Anak saya bilang, katanya dia di cium sama, Abang?! ” Kondisi saat itu sudah ada beberapa pembeli dan mereka saling menatap dengan pesan di balik sorot mata mereka, ' Ada apa ini? '
Si Abang tidak menjawab jujur, “ Nggak, Bu.. ” tidak jauh, menyusul Bapaknya yang nongol. Ngga berkata apa-apa, hanya berdiri, menatap. Sambil melipat tangan di dada. Si Abang akhirnya mengaku, sambil tertunduk, “ Ia, Bu. Ngga sengaja. ”


Setelah kejadian itu, Si Putih tidak berani kembali mampir ke toko itu, dengan alasan apapun, sebutuh apapun itu, meskipun hanya toko tsb yang buka, dia tetap tidak mau menjejalkan kaki ke sana. Mungkin sekitar 3 bulan, berlanjut ke 6 bulan sampai 8 bulan, dia tidak muncul.



2.    Mendapat Telfon Asing



Hasil gambar untuk boneka bear princess hours

Kisah nyata ini di alami oleh (Nama Disamarkan) sebut saja Angtih – Angsa Putih. Beberapa kali dia diikuti pria yang tidak dia kenal, dan mengajaknya untuk berkenalan. Jujur, dia tidak berkenan – saat itu – dia terpaksa dan bersikap Ramah. Merekapun berkenalan.


Diam-diam Angtih memperhatikan di mana biasanya Pria tsb muncul, sehingga dia bisa menghindar. Karna bagaimanapun juga, tidak ada jalan lain dan dia terpaksa melewati jalan itu sebagai jalan satu-satunya yang ada untuk dia lewati.


Beberapa kali dia beruntung, tapi sering kali dia Apes juga. Pria itu seperti sudah hafal, jam berapa Si Angtih lewat, sehingga saat mereka bertatap muka satu sama lain, Pria itu mengantar Si Angtih sampai pada kantor di mana dia bekerja, tanpa menawarka diri terlebih dahulu – tanpa ijin –


Tanpa sepengetahuannya pun, Pria tersebut pernah mampir ke rumah Angtih dan bertemu Ibu nya, mengatakan maksudnya datang adalah karna dia tertarik dan ingin menikahi Angtih.


Ohhh My God! Kasian banget sih, kamu…


Angtih memberikan jawaban penolakan dia. Tapi sepertinya Pria itu tidak terima. Beberapa hari kemudian, dia mendapat telfon asing – tengah malam – dan ketika dia angkat, dia jawab “ Hallo? Assalamu’alaykum, siapa ini? ”


Yang dia dengar bukan balasan dari salamnya, tapi sebuah desahan yang …. – Benar Benar – Kurang Ajar dan Menjijikkannya Pria itu!!




3.    Di Todong Minta Nomor Handphone di Pinggir Jalan



Gambar terkait



Untuk kejadian ini, mungkin sudah di alami oleh beberapa orang. Salah satunya oleh (Nama Disamarkan) sebut saja Euis.


Jadi Si Euis ini akan berangkat menuju Kampus – Sore Hari – setengah jam sebelum Adzan Magrib tiba. Dia biasa jalan dulu, sekitar 20 menit, baru kemudian dia lanjut menggunakan Angkutan Umum, sekitar 7 menit. Baru sampai ke tujuan.


Namun di Hari aneh itu, saat dia baru menepi dari menyebrang jalan, seorang pria memperhatikannya, Euis menyadari itu, tapi dia tidak begitu yakin, lalu diputuskan untuk melanjutkan perjalanan.



Sampai tiba-tiba, sebuah suara menyapa nya. “ Assalamu’alaykum, teh.. ”
Euis melirik, “ Wa’alaykumussalam, Ya?? ” tanya nya sambil mempercepat langkah.
“ Boleh minta nomor teteh, gak? ” tanyanya, tiba-tiba.
“ Hah?! Mau apa? ”
“ Mau kenalan sama teteh, boleh? ”
Euis tersenyum getir, “ Aduh, maaf ya ngga punya hape, lagi rusak. ” dustanya.
“ Oh gitu, ya ngga apa-apa, teh. Nanti saya bisa hubungi, pas hape nya sudah benar. ” ucapnya kalem, sesopan mungkin tapi tetap kesan memaksa.
“ Udah ya, A. Maaf, saya mau belok. Permisi. ” dengan apapun itu, alasannya, ia berbelok memasuki gang, padahal dia tidak terbiasa lewat menggunakan jalan itu sebagai alternatifnya.



Sesekali dia menoleh dan melihat ke belakang, rupanya Pria itu masih melihatnya. Dengan canggung, Euis kembali membuang muka. Selama beberapa hari kemudian, dia jalan menggunakan jalan yang biasa ia lewati. Hanya lebih berhati-hati, mengendap-endap, khawatir dia masih di ikuti Pria itu.







Ke #3 Kisah Nyata ini apa sudah membuat mata kalian terbuka lebar, bahwa fakta-fakta yang anggap selama ini selalu tentang hal yang baik, yang enak, yang tidak beresiko.
Ternyata, mereka melalui kejadian yang mungkin tidak kalian alami sebelumnya.



So, kalian yang merasa minder, #bersyukurlah .. melewati hal-hal berat dengan cara yang berbeda. Dan kalian yang merasa bangga dengan keindahan yang kalian miliki, ingat, itu semua hanya titipan, loooh… mulailah berhati-hati. Jangan sampai menjadi Celaka bagi kalian.




Selamat Malam, semoga Bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#1

Bismillahirrohmanirrohim... Terdampar (Kisah Perjoeangan Keturunan Teukoe Oemar ) 1. “ Oke cut!! ” Teriak Bang Jamil, sutradara langka paling perfeksionis yang Kania kenal selama di Rancah dunia hiburan selama 2 tahun kebelakang. Kania mengambil scrip dan berjalan menuju ruang istirahat bagi para aktris. Bang Jamil mengambil alat pengeras suara kesayangan, “ oke, pemain take selanjutnya siap-siap ya. ” ucapnya. Entah Bang Jamil itu niat ngejek atau apalah, karna dia menempelkan satu stiker Marie dipojokan alat pengeras suara nya - karakter kucing favorit Kania – “ Nia! ” panggilnya tegas. Nia memutarkan mata, teriakan panggilan itu terdengar berlebihan baginya, ia membalik badan sambil memegang sebuah cangkir edisi khusus Marie. Bentuk cangkirnya tidak seperti cangkir biasa, lucu berbentuk kepala kucing dengan corak percis dalam kartunnya, terdapat pita pink di atas kepala juga bagian leher melingkar layaknya kalung. “ Apa, Bang?? ” Kania balas teriak. “ ...

#2

Terdampar (Kisah Perjoeangan Keturunan Teukoe Oemar ) 2 “ Cut. Cut. Cut. ” kesabaran Bang Jamil teruji. Tapi ia berusaha menekan emosinya. Kania semakin merasa bersalah juga terbebani. Mengendarai motor kali ini tidak berjalan lancar seperti saat latihan, mungkin karena terlalu banyak yang memperhatikannya. “ Nia, Nia. Lu rileks aja, ga usah nervous, ga usah gugup. Cukup berjalan lurus, berhenti tepat di tanda tadi, ngerti kan? ” “ Ngerti Bang. ” “ Sekarang ready? Atau mau break dulu?? ” Kania menarik nafas dalam-dalam, “ ready Bang. ” jawabnya mantap. “ Oke. Tapi kalau yang ini gagal lagi, kita break sementara. ” “ Oke Bang. ” Bang Jamil kembali ke tempat, menatap serius pada layar monitor. “ Camera! Rolling and .. Action! ” Kania menatap ke depan, lalu pada stang, ia mulai menarik gas perlahan dan memajukan motornya. Jantungnya sedikit tidak tenang dan semakin tidak tenang saat mendengar suara kucing liar saling bersahutan dengan nyaring. “ Ast...

Kertas Polos ini Harap di Baca ~ Suara 1.314 untuk Di dengar

Bandung, 19 Agustus 2019 20:31 di Kamar sederhana yang gordennya warna Pink Assalamu'alaykum Warrahmatullah... Haiii Sahabat Hormat Kami yang saat ini sedang beristirahat, happy bisa menyapa kalian. Sebelum, 1.314 mempostingkan karya tulisnya dan di nikmati oleh semua kalangan. Baik Male or Female. Kalian tolong bantu aku ya, semangati ku untuk terus selalu berkarya. Untuk setiap scedule nya - on time slalu - melanjutkan story dengan isi di kolom komentar. Sapalah, apapun itu, dengan begitu aku merasa tidak sendirian di sini. Dengan begitu, aku tau, kalau ada kalian yang menemani ku, yang selalu menantikan karya-karya ku.. Terima Kasih Salam Hangat dari Hormat Kami *ditemani segelas kosong, karna isinya sudah diteguk. Cuma air putih hangat kok, karna aku lagi sakit gigi, jadi aja ngga bisa ngopi ^_^ Sekarang, Sahabat Hormat Kami, yuk kita baca karya nya 1.314