Langsung ke konten utama

Kertas Polos ini Harap di Baca ~ Suara 1.314 untuk Di dengar

Bandung, 19 Agustus 2019
20:31
di Kamar sederhana yang gordennya warna Pink




Assalamu'alaykum Warrahmatullah...

Haiii Sahabat Hormat Kami yang saat ini sedang beristirahat, happy bisa menyapa kalian. Sebelum, 1.314 mempostingkan karya tulisnya dan di nikmati oleh semua kalangan. Baik Male or Female.



Kalian tolong bantu aku ya, semangati ku untuk terus selalu berkarya. Untuk setiap scedule nya - on time slalu - melanjutkan story dengan isi di kolom komentar. Sapalah, apapun itu, dengan begitu aku merasa tidak sendirian di sini. Dengan begitu, aku tau, kalau ada kalian yang menemani ku, yang selalu menantikan karya-karya ku..




Terima Kasih




Salam Hangat dari Hormat Kami

*ditemani segelas kosong, karna isinya sudah diteguk. Cuma air putih hangat kok, karna aku lagi sakit gigi, jadi aja ngga bisa ngopi ^_^
Sekarang, Sahabat Hormat Kami, yuk kita baca karya nya 1.314

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#1

Bismillahirrohmanirrohim... Terdampar (Kisah Perjoeangan Keturunan Teukoe Oemar ) 1. “ Oke cut!! ” Teriak Bang Jamil, sutradara langka paling perfeksionis yang Kania kenal selama di Rancah dunia hiburan selama 2 tahun kebelakang. Kania mengambil scrip dan berjalan menuju ruang istirahat bagi para aktris. Bang Jamil mengambil alat pengeras suara kesayangan, “ oke, pemain take selanjutnya siap-siap ya. ” ucapnya. Entah Bang Jamil itu niat ngejek atau apalah, karna dia menempelkan satu stiker Marie dipojokan alat pengeras suara nya - karakter kucing favorit Kania – “ Nia! ” panggilnya tegas. Nia memutarkan mata, teriakan panggilan itu terdengar berlebihan baginya, ia membalik badan sambil memegang sebuah cangkir edisi khusus Marie. Bentuk cangkirnya tidak seperti cangkir biasa, lucu berbentuk kepala kucing dengan corak percis dalam kartunnya, terdapat pita pink di atas kepala juga bagian leher melingkar layaknya kalung. “ Apa, Bang?? ” Kania balas teriak. “ ...

#2

Terdampar (Kisah Perjoeangan Keturunan Teukoe Oemar ) 2 “ Cut. Cut. Cut. ” kesabaran Bang Jamil teruji. Tapi ia berusaha menekan emosinya. Kania semakin merasa bersalah juga terbebani. Mengendarai motor kali ini tidak berjalan lancar seperti saat latihan, mungkin karena terlalu banyak yang memperhatikannya. “ Nia, Nia. Lu rileks aja, ga usah nervous, ga usah gugup. Cukup berjalan lurus, berhenti tepat di tanda tadi, ngerti kan? ” “ Ngerti Bang. ” “ Sekarang ready? Atau mau break dulu?? ” Kania menarik nafas dalam-dalam, “ ready Bang. ” jawabnya mantap. “ Oke. Tapi kalau yang ini gagal lagi, kita break sementara. ” “ Oke Bang. ” Bang Jamil kembali ke tempat, menatap serius pada layar monitor. “ Camera! Rolling and .. Action! ” Kania menatap ke depan, lalu pada stang, ia mulai menarik gas perlahan dan memajukan motornya. Jantungnya sedikit tidak tenang dan semakin tidak tenang saat mendengar suara kucing liar saling bersahutan dengan nyaring. “ Ast...