Langsung ke konten utama

#1

Bismillahirrohmanirrohim...



Terdampar
(Kisah Perjoeangan Keturunan Teukoe Oemar )


1.
Oke cut!! ” Teriak Bang Jamil, sutradara langka paling perfeksionis yang Kania kenal selama di Rancah dunia hiburan selama 2 tahun kebelakang. Kania mengambil scrip dan berjalan menuju ruang istirahat bagi para aktris. Bang Jamil mengambil alat pengeras suara kesayangan, “ oke, pemain take selanjutnya siap-siap ya. ” ucapnya. Entah Bang Jamil itu niat ngejek atau apalah, karna dia menempelkan satu stiker Marie dipojokan alat pengeras suara nya - karakter kucing favorit Kania – “ Nia! ” panggilnya tegas.

Nia memutarkan mata, teriakan panggilan itu terdengar berlebihan baginya, ia membalik badan sambil memegang sebuah cangkir edisi khusus Marie. Bentuk cangkirnya tidak seperti cangkir biasa, lucu berbentuk kepala kucing dengan corak percis dalam kartunnya, terdapat pita pink di atas kepala juga bagian leher melingkar layaknya kalung. “ Apa, Bang?? ” Kania balas teriak.

“ Ngga apa-apa, lu istirahat aja. Jangan sampe pingsan buat take berikutnya. ” Bang Jamil tersenyum jahil. Bener-bener orang minta di tabok. Pikir Kania. Kepalanya menggeleng-geleng sambil menatap Bang Jamil seperti orang sinting. Kali ini, Kania memang sedang sering di sebut-sebut sebagai aset berharga. Karier nya sedang memuncak, nama panggung Kania Japane sedang booming di mana-mana.

 Sebenarnya Kania menyukai tontonan drama Korea dan Cina, Kania bukan pengkonsumsi baik drama ataupun film Jepang. Tawaran sinetron sana-sini berdatangan tanpa henti. Tawaran iklan juga model majalah pun selalu ada. Namanya benar-benar jadi perhitungan saat ini. Walau banyak yang berubah, masih terdapat bagian yang tidak berubah dengan dia yang dulu. Yaitu tidak tertarik dengan Media Sosial. Ia lebih menikmati menjadi orang kudet dan tidak menerima akses internet nirkabel kecepatan tinggi yang kini telah banyak digunakan oleh kalangan aktris muda seperti dirinya. Pengecualian dari Kania, ia hanya pakai internet sekedar untuk download film, lagu atau file via mail, ia masih mentoleri untuk penggunaan itu.

Puncak popularitas yang kian meninggi, biasanya para aktris akan mulai tergoda untuk mencari perhatian lebih pada masyarakat demi ke popularitas an yang lain. Bagi Kania, dengan selalu di ekori paparazi itu sudah suatu kerepotan terberat jadi tidak perlulah ia menambah kerepotan diri seperti yang dilakukan oleh Denias, live Instagram. “ Kan, ” panggilan khusus dari Denias pada Kania. Kan?? di kira manggil ikan??!

“ Apaan?? ” balas Kania dengan nada ketus.

“ Sini dong, temenin live ig. Banyak yang nanyain Lo tuh. ” ajak Denias.

Kania melirik sinis, “ najis! ” sayang nya mbak Yuli, selaku manajer tidak sepemikiran dengan Kania. Dia justru membuat kolom official khusus dirinya yang di pegang langsung oleh assisten manager, Dewi.

“ Wi, berhenti foto-foto dong. Saya mau istirahat, capek, ga mood buat foto. ” keluh Kania.

“ Bentar lagi, ya. Hari ini kan mesti update status terbaru. ” Kania selalu tidak mengerti dengan semua orang yang sibuk memanfaatkan teknologi, aplikasi kekinian yang lagi happening. Apa bagusnya, menunjukkan kehidupan pribadi sehari-hari untuk menjadi konsumsi publik?

“ Kania itu beda sama kita, dia itu dari dunia yang antah berantah. Kita-kita sih ngerti dengan keputusan dia, toh, setiap hari kita ketemu di lokasi syuting. Tapi fans kan ga sama, mereka masyarakat umum yang ga sering komunikasi seperti kita. Gue sih ga aneh kalo Lo di cap aktris sombong saking jarang nyapa sama fans. ”

Kania memutar matanya, “ Si Kania mah rada aneh, bisa-bisa sebentar lagi terdampar loh ke dunia jaman doeloe yang eksisnya cuma pake surat! Mau?? Gue sih ogah! ”

Kania meringis, menyebalkan mesti buka topik usang yang Minggu-Minggu kemarin hal ini sudah dibahas. “ Itu sih terserah, kalau memang saat itu adalah yang terbaik, gue sih fine-fine aja. Pasti bisa kok. Dan jamin, pasti bakalan lebih tenang. ” Kania mengambil box makanan bermerk klas menengah, namun nafsu makannya sudah hilang dengan topik membosankan. “ Wi, saya mau cari makanan lain di luar, yang ini kasih aja ke paparazi. ” Kania berjalan menuju area parkir tapi sebelum itu, sahabat-sahabatnya berteriak kencang memanggil namanya.

Hari ini, sepertinya orang-orang lagi ikutan kontes teriak di lokasi. “ Apaan?? Mau pada nitip?? ”

“ Bukan, acara nobar hari ini jadi ga?? ”

“ Gak. Soalnya sore nanti mau belajar motor sama Papah. ” Setelah itu mereka tidak bertanya apa-apa lagi. Tanpa sengaja, saat membalikkan badan, Kania menabrak seseorang. “ Ups, sorry. ” Kania mengusap bahu menahan sakit. Tapi orang itu, seperti tidak merasa kesakitan dengan bentrokan yang cukup keras, ia malah memasang senyum juga menatap lembut.

Mungkin orangnya tengsinan, tapi stylenya boleh juga.

“ Um, duluan Ya. ” ucap Kania so kenal. Pria itu menjawab cepat dengan anggukan, lalu pergi lebih dulu. Kania menoleh, halisnya bertaut melihat pria itu mendekat pada Mona lalu mengusap kepala Mona, ekspresinya tidak terbaca oleh Kania. “ Siapa? Pacar barunya Mona?? ” Pria itu menyakukan sebelah tangannya. Lalu duduk sambil berbicara. Kania memutuskan untuk tidak memperhatikan lebih lanjut. Sedikit ada kejengkelan yang terdeteksi oleh hatinya.

***




Kania menatap lekat mata Papah, “ dengar, jangan tarik gas lebih dari 0,5℅. Usahakan untuk berjalan lurus, tidak berkelak-kelok seperti orang yang sedang mabuk. Ambil jalur pinggir saja dulu, untuk berhenti gunakan rem belakang yang berada di stang depan kirimu. Jangan dulu gunakan rem depan, akan berbahaya nantinya. Mengerti?? ”

“ Yes Papah. ”


“ Kalau begitu, cobalah. ”

Kania meluruskan punggung, menarik nafas dan perlahan menaikkan tingkat gas. “ Woaahhhh.. ” Kania berdecak kagum, motor yang di kendarai perlahan melaju. Stang yang di pegang nya perlahan menyerong ke kiri tapi Kania mendorong untuk ke kanan, dan lalu membawa ke jalur lurus.

Ia tersenyum lebar, merasa puas dapat mengendalikannya. Sampai giliran untuk berbelok tiba, Kania me-rem motor matic nya. Ia belum mempelajari ketika berbelok, ia baru bisa mengendarai di arah lurus. Lagipula Bang Jamil tidak menuntut nya untuk bisa sampai bagian berbelok.

Kania turun dari motor lalu memutarkan motor secara manual. Ia kembali mengendarai nya sejauh ia mempelajari itu, di arah lurus. “ Pah, aku sudah mahir. ” Kania tidak berniat untuk belajar motor lebih mahir lagi. Papah tidak berkata apa-apa hanya menatapnya. “ Pah, aku lelah, ayo kita pulang. ”

“ Nia, apa kamu sungguh ingin menghentikan latihan hari ini? Kamu belum mencapai refleks yang baik. Apanya yang mahir?? ”

“ Pah, Bang Jamil tidak menuntut ku untuk sepenuhnya bisa. Yang penting aku bisa menggunakan di arah lurus, itu saja. Aku harus istirahat, tengah malam nanti aku mesti kembali ke lokasi syuting, Paaahhh.. mengertilah, pleaseee.. ”

Papah menghela nafas, ia tidak bisa memaksa lebih pada putrinya. “ baik. Tapi berjanjilah, saat take nanti, kamu harus mengendarai dengan sangat hati-hati. ”

Kania tersenyum, lengannya memberikan bentuk penghormatan. “ Siaap boss.. ”

“ Ayo, kita pulang. ”

“ hihi, ini yang aku inginkan.. ” ucap Kania kegirangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#2

Terdampar (Kisah Perjoeangan Keturunan Teukoe Oemar ) 2 “ Cut. Cut. Cut. ” kesabaran Bang Jamil teruji. Tapi ia berusaha menekan emosinya. Kania semakin merasa bersalah juga terbebani. Mengendarai motor kali ini tidak berjalan lancar seperti saat latihan, mungkin karena terlalu banyak yang memperhatikannya. “ Nia, Nia. Lu rileks aja, ga usah nervous, ga usah gugup. Cukup berjalan lurus, berhenti tepat di tanda tadi, ngerti kan? ” “ Ngerti Bang. ” “ Sekarang ready? Atau mau break dulu?? ” Kania menarik nafas dalam-dalam, “ ready Bang. ” jawabnya mantap. “ Oke. Tapi kalau yang ini gagal lagi, kita break sementara. ” “ Oke Bang. ” Bang Jamil kembali ke tempat, menatap serius pada layar monitor. “ Camera! Rolling and .. Action! ” Kania menatap ke depan, lalu pada stang, ia mulai menarik gas perlahan dan memajukan motornya. Jantungnya sedikit tidak tenang dan semakin tidak tenang saat mendengar suara kucing liar saling bersahutan dengan nyaring. “ Ast...

Kertas Polos ini Harap di Baca ~ Suara 1.314 untuk Di dengar

Bandung, 19 Agustus 2019 20:31 di Kamar sederhana yang gordennya warna Pink Assalamu'alaykum Warrahmatullah... Haiii Sahabat Hormat Kami yang saat ini sedang beristirahat, happy bisa menyapa kalian. Sebelum, 1.314 mempostingkan karya tulisnya dan di nikmati oleh semua kalangan. Baik Male or Female. Kalian tolong bantu aku ya, semangati ku untuk terus selalu berkarya. Untuk setiap scedule nya - on time slalu - melanjutkan story dengan isi di kolom komentar. Sapalah, apapun itu, dengan begitu aku merasa tidak sendirian di sini. Dengan begitu, aku tau, kalau ada kalian yang menemani ku, yang selalu menantikan karya-karya ku.. Terima Kasih Salam Hangat dari Hormat Kami *ditemani segelas kosong, karna isinya sudah diteguk. Cuma air putih hangat kok, karna aku lagi sakit gigi, jadi aja ngga bisa ngopi ^_^ Sekarang, Sahabat Hormat Kami, yuk kita baca karya nya 1.314